“THANK YOU” Why not?

April 13th, 2008 by 59084659

Thankyou2

Konon, hal paling hakiki yang membedakan kualitas komunitas manusia satu dengan komunitas lainnya adalah kebiasaan penghuninya mengucapkan kata terima kasih.
Pada komunitas yang lebih sering mengucapkan terima kasih, angka perkelahian lebih rendah dan usia rata-rata penduduk lebih tinggi, demikian sebaliknya.

Aura orang yang suka mengucapkan terima kasih, menurut orang bijak — umumnya sejuk dan menularkan kedamaian bagi orang-orang di dekatnya.

Kata terimakasih sangat singkat tapi memberikan efek yang sangat luar biasa. Ketika kita diminta oleh atasan kita menyelesaikan sebuah pekerjaan, kemudian kita dapat menyelesaikannya, dan atasan kita memberikan apresiasi atas pekerjaan kita, kemudian diakhiri dengan ucapan terimakasih, maka hati kita pun akan senang mendengarnya.

Begitu pun ketika anak disuruh ayahnya untuk membereskan tempat tidurnya, dan anak mengerjakan dengan caranya sendiri, kemudian sang ayah mengucapkan terimakasih, maka hati sang anak akan akan senang atas pekerjaan yang dilakukannya walaupun membereskannya tidak tuntas.

Dengan mengucapkan terimakasih, ternyata dapat membangun kepercayaan diri bagi orang yang mendengarnya. Begitupun sebaliknya jika pekerjaan kita tidak diapresiasi dengan kata terimakasih, maka sedikitnya telah “membunuh” kepercayaan diri seseorang.

Terkadang kita sangat berat untuk mengucapkan kata terimakasih, jika hal yang diinginkan kita tidak sesuai dengan harapan. Terkadang kita mencerca, memojokan, atau bahasa-bahasa kasar yang keluar dari mulut, padahal kita telah ditolongnya dengan sedemikian rupa.

Jika hal tersebut yang diterima, maka antipati adalah yang akan muncul dari hati orang yang kita maki. Dia tidak akan simpati dengan perlakuan kita seperti itu.

Oleh karena itu menyampikan apresiasi terhadap apa yang dilakukan seseorang dengan diakhiri kata ‘terimakasih’ adalah Aura untuk menularkan kedamaian bagi orang-orang di dekatnya.

April 8th, 2008 by 59084659

Donor_darah_di_pmi

DONOR DARAH YU!

Siapa yang takut darah????
Biasanya kalau bicara mengenai darah, maka perasaan kita merasa ngeri, takut, pokoknya ihhhhhh.
tapi taukah bahwa darah merupakan komponen penting bagi tubuh mahluk hidup. Karena darah inilah yang akan menyplai nutrisi, oksigen dan lain-lainnya keseluruh tubuh.
Saking pentingnya, maka bila ada orang yang kekurangan komponen darah dikarenakan sesuatu hal, seperti kecelakaan, terkena DBD, atau mengalami perdarahan hebat, oleh karenaitu maka darahnya perlu ditambah.
Di Indonesia tempat pengolahan darah adalah PMI (Palang Merah Indonesia).
PMI inilah yang mempunyai tanggungjawab dalam pengolahan dan pengambilan darah.
pengambilan darah inilah yang dinamakan dengan donor darah.
Nah orang yang donor darah itu ada syarat-syaratnya lho! yang paling penting harus sehat, usia diatas 17 tahun, berat badan diatas 45 kg, dan khusus untuk wanita tidak sedang haid dan sedang mengandung. atau kalo ingin lebih jelasnya datang langsung ke PMI dan boleh konsultasi dengan dokternya disana.

Terus orang yang donor darah udah jelas dapat pahala karena sudah membatu sesama. dan yangj elas badan si pendonor menjadi sehat.

nah sekarang siapa yang ingin jadi pendonor darah?

Tingkatkan Gairah Kerja dengan Musik!

April 1st, 2008 by 59084659

Pentas_musik_di_dancow

Bisa dipastikan siapapun menyukai musik. Dari anak-anak, remaja, dewasa sampai kakek-nenek. Memang, musik itu universal. Alunan suaranya mampu membuai dan membius telinga pendengarnya. Karena itu nggak salah jika banyak yang menganggap bahwa musik adalah terapi hidup yang harus selalu dilestarikan.

Saat suntuk, lelah, dan stres, musik bisa menjadi obat mujarab yang dapat mengembalikan gairah dan semangat hidup. Makanya, musik begitu digemari oleh berbagai kalangan termasuk para eksekutif dan pekerja kantoran. Anda juga termasuk salah satu penggemar musik bukan?

Bagi penggemar musik, mungkin saat bangun tidur bukan langsung mandi yang dilakukan, melainkan menyetel musik! Konon, menyambut pagi dengan alunan musik, hidup menjadi lebih ceria. Dan anda pun lebih bergairah berangkat kerja. So, nggak ada salahnya loh kalo sebelum berangkat ke kantor, anda setel musik kesayangan anda di rumah.

Musik yang anda dengarkan di pagi hari diyakini dapat membuat hidup anda lebih optimis. Sehingga anda pun siap menghadapi sejumlah tantangan di luar sana. Anda siap menghadapi tuntutan hidup yang tidak ringan, termasuk siap menyelesaikan semua tugas-tugas dan pekerjaan anda.

Belum cukup dengerin musik di rumah? Kalau perlu nikmati juga musik di perjalanan. Jika anda mengemudikan mobil pribadi, setel musik kesukaan anda di tape mobil. Jika jalanan macet, musik ini bisa sedikit menghibur anda. Kalau pun anda mesti naik bus umum, anda masih bisa kok dengerin musik. Caranya, bawa walkman dari rumah. Nah dalam bus umum yang penuh sesak sekalipun anda masih bisa dengerin musik kesayangan anda. Seru kan?

Saat bekerja di kantor pun juga begitu. Sambil kerja paling asyik dengerin musik. Nyalakan musik dengan volume ringan. Kalau perlu, biar nggak mengganggu yang lain dengarkan musik pake headset. Konon, musik yang anda dengarkan saat bekerja bisa meningkatkan gairah anda sekaligus menenangkan pikiran. Dan pengaruhnya, bisa menyegarkan otak hingga anda bisa menghasilkan karya yang lebih baik.

Makanya belakangan ini para ibu hamil dianjurkan mendengarkan musik biar anaknya pinter. Padahal pengaruhnya, karena musik, terutama musik klasik membuat pendengarnya lebih tenang dan rileks. Dan ini berpengaruh pada perkembangan janin.

Makanya, nggak ada salahnya loh anda lengkapi hari-hari anda dengan musik. Sejak bangun tidur, di perjalanan, kerja, dan sampai menjelang tidur lagi, musik bisa menjadi teman yang menyenangkan bagi hidup anda. Kalo lagi bete dikantor karena dikejar deadline atau karena tanggung bulan belom gajian, daripada manyun lebih baik hibur diri anda dengan musik. Dijamin, beban anda akan berkurang.

Pengaruh musik itu sendiri terhadap karir walaupun nggak langsung, jelas ada. Karena semangat yang ditimbulkan lewat musik, anda pun seakan punya kekuatan dan energi lebih untuk menuntaskan pekerjaan. Coba liat aja deh, para bos besar anda di kantor pasti juga suka musik.

Nah mulai sekarang lengkapi deh hari-hari anda dengan musik, termasuk saat anda lagi konsen bekerja. Kalau pengaruhnya bagus, why not?

Ubah Khawatir Menjadi Energi Positif

April 1st, 2008 by 59084659

Wajar jika terkadang anda diliputi berbagai kekhawatiran di kantor. Khawatir dipecat, khawatir kehilangan proyek penting, khawatir dimarahi bos, khawatir tidak bisa menyelesaikan pekerjaan, dsb. Setiap manusia hidup memang tak lepas dari kekhawatiran. Apalagi bekerja dalam kondisi yang tidak menentu, anda dituntut untuk selalu siap menghadapi kemungkinan terburuk.

Tapi rasa khawatir yang berlebihan bisa merugikan diri sendiri. Anda akan menjadi pribadi yang negative thinking dan pesimis menghadapi hidup. Rasa pede anda pun akan melorot drastis. Kalau dibiarkan bisa berabe kan? Anda tidak akan mencapai hasil kerja yang maksimal.

Sebenarnya rasa khawatir itu bisa anda rubah menjadi energi positif jika anda mampu mengatasi rasa kekhawatiran tersebut. Simak deh langkah-langkahnya:

- Identifikasi kekhawatiran dan ketakutan anda. Kemudian tuliskan alasan-alasan yang membuat anda khawatir. Perhatikan baik-baik apakah alasan itu cukup masuk akal atau tidak. Cobalah berpikir obyektif tentang kekhawatiran anda. Sehingga anda dapat menilai apakah kekhawatiran anda merupakan suatu kewajaran atau tidak beralasan sama sekali.

- Setelah anda mengidentifikasi kekhawatiran anda, segera ubahlah kekhawatiran itu menjadi menjadi sebuah energi. Ketimbang memikirkan berbagai macam kekhawatiran, buatlah sebuah rencana yang lebih bermakna dalam hidup anda. Misalnya jika anda khawatir salah bicara dalam meeting, mulailah berpikir bagaimana agar anda tidak grogi dan salah bicara saat meeting. Jika anda khawatir dipecat, bekerjalah sebaik-baiknya dan tunjukkan kualitas anda pada bos, rekan-rekan serta manajemen.

- Tetaplah berpegang pada rencana atau tujuan yang ingin anda capai. Setiap ingin melakukan sesuatu pastikan sesuai dengan rencana anda. Dan cobalah untuk selalu tenang saat anda melaksanakan seluruh aspek rencana anda. Jangan bebani pikiran anda dengan ‘takut salah’. Hal ini hanya akan membuat anda tertekan. Bebaskan pikiran anda dari semua kekhawatiran dan rasa takut. Hingga anda bisa mengerjakan segala sesuatunya dengan enjoy.

- Seandainya anda melakukan kesalahan, jangan menyesali berlarut-larut. Jadikan sebagai pelajaran dan pencetus semangat untuk melakukan yang lebih baik. Bukankah tak ada manusia yg tak luput dari kesalahan? So, jika anda salah, maafkan kesalahan anda kemudian rancang rencana yang lebih baik untuk mencapai tujuan anda.

Nah sekarang nggak perlu khawatir lagi kan? Hadapi dan lawan rasa khawatir anda. Jangan takut mengambil langkah dan membuat keputusan terbaik demi kelangsungan karir dan masa depan anda. Selamat mengusir rasa khawatir anda…!

KISAH POHON APEL

March 31st, 2008 by 59084659

Aagym

Suatu ketika, hiduplah sebatang pohon apel besar dan anak lelaki yang senang bermain-main di bawah pohon apel itu setiap hari.
Ia senang memanjatnya hingga ke pucuk pohon, memakan buahnya, tidur-tiduran di keteduhan rindang daun-daunnya.
Anak lelaki itu sangat mencintai pohon apel itu.
Demikian pula pohon apel sangat mencintai anak kecil itu.

Waktu terus berlalu.

Anak lelaki itu kini telah tumbuh besar dan tidak lagi bermain-main dengan pohon apel itu setiap harinya.
Suatu hari ia mendatangi pohon apel.

Wajahnya tampak sedih.
“Ayo ke sini bermain-main lagi denganku,” pinta pohon apel itu.
“Aku bukan anak kecil yang bermain-main dengan pohon lagi,” jawab anak lelaki itu.
“Aku ingin sekali memiliki mainan, tapi aku tak punya uang untuk membelinya.”

Pohon apel itu menyahut, “Duh, maaf aku pun tak punya uang… tetapi kau boleh mengambil semua buah apelku dan menjualnya. Kau bisa mendapatkan uang untuk membeli mainan kegemaranmu.”

Anak lelaki itu sangat senang. Ia lalu memetik semua buah apel yang ada di pohon dan pergi dengan penuh suka cita.
Namun, setelah itu anak lelaki tak pernah datang lagi. Pohon apel itu kembali sedih.

Suatu hari anak lelaki itu datang lagi.

Pohon apel sangat senang melihatnya datang.
“Ayo bermain-main denganku lagi,” kata pohon apel.
“Aku tak punya waktu,” jawab anak lelaki itu.
“Aku harus bekerja untuk keluargaku. Kami membutuhkan rumah untuk tempat tinggal. Maukah kau menolongku?”
“Duh, maaf aku pun tak memiliki rumah. Tapi kau boleh menebang semua dahan rantingku untuk membangun rumahmu,” kata pohon apel.
Kemudian anak lelaki itu menebang semua dahan dan ranting pohon apel itu dan pergi dengan gembira.

Pohon apel itu juga merasa bahagia melihat anak lelaki itu senang, tapi anak lelaki itu tak pernah kembali lagi.

Pohon apel itu merasa kesepian dan sedih.

Pada suatu musim panas, anak lelaki itu datang lagi.
Pohon apel merasa sangat bersuka cita menyambutnya.

“Ayo bermain-main lagi deganku,” kata pohon apel.

“Aku sedih,” kata anak lelaki itu.

“Aku sudah tua dan ingin hidup tenang. Aku ingin pergi berlibur dan berlayar. Maukah kau memberi aku sebuah kapal untuk pesiar?”
“Duh, maaf aku tak punya kapal, tapi kau boleh memotong batang tubuhku dan menggunakannya untuk membuat kapal yang kau mau. Pergilah berlayar dan bersenang-senanglah.”

Kemudian, anak lelaki itu memotong batang pohon apel itu dan membuat kapal yang diidamkannya.

Ia lalu pergi berlayar dan tak pernah lagi datang menemui pohon apel itu.

Akhirnya, anak lelaki itu datang lagi setelah bertahun-tahun kemudian.

“Maaf anakku,” kata pohon apel itu. “Aku sudah tak memiliki buah apel lagi untukmu.”
“Tak apa. Aku pun sudah tak memiliki gigi untuk mengigit buah apelmu,” jawab anak lelaki itu.
“Aku juga tak memiliki batang dan dahan yang bisa kau panjat,” kata pohon apel.
“Sekarang, aku sudah terlalu tua untuk itu,” jawab anak lelaki itu.

“Aku benar-benar tak memiliki apa-apa lagi yang bisa aku berikan padamu. Yang tersisa hanyalah akar-akarku yang sudah tua dan sekarat ini,” kata pohon apel itu sambil menitikkan air mata.
“Aku tak memerlukan apa-apa lagi sekarang,” kata anak lelaki.
“Aku hanya membutuhkan tempat untuk beristirahat. Aku sangat lelah setelah sekian lama meninggalkanmu.”
“Oooh, bagus sekali. Tahukah kau, akar-akar pohon tua adalah tempat terbaik untuk berbaring dan beristirahat. Mari, marilah berbaring di pelukan akar-akarku dan beristirahatlah dengan tenang.”
Anak lelaki itu berbaring di pelukan akar-akar pohon.

Pohon apel itu sangat gembira dan tersenyum sambil meneteskan air matanya.

Ini adalah cerita tentang kita semua.

Pohon apel itu adalah orang tua kita.
Ketika masa kecil, kita senang bermain-main dengan ayah dan ibu kita.

Ketika kita tumbuh besar, kita meninggalkan mereka, dan hanya datang ketika kita memerlukan sesuatu atau dalam kesulitan.

Tak peduli apa pun, orang tua kita akan selalu ada di sana untuk memberikan apa yang bisa mereka berikan untuk membuat kita bahagia.
Anda mungkin berpikir bahwa anak lelaki itu telah bertindak sangat kasar pada pohon itu, tetapi begitulah sebenarnya cara kita memperlakukan orang tua kita.

Dan, yang terpenting: cintailah orang tua kita.

Sampaikan pada orang tua kita sekarang, betapa kita mencintainya; dan berterima kasih atas seluruh hidup yang telah dan akan diberikannya pada kita.

Tukang Kayu dan Rumahnya

March 31st, 2008 by 59084659

Seorang tukang kayu tua bermaksud pensiun dari pekerjaannya di sebuah perusahaan konstruksi real estate. Ia menyampaikan keinginannya tersebut pada pemilik perusahaan. Ia ingin beristirahat dan menikmati sisa hari tuanya dengan penuh kedamaian bersama istri dan keluarganya.

Pemilik perusahaan merasa sedih kehilangan salah seorang pekerja terbaiknya. Ia lalu memohon pada tukang kayu tersebut untuk membuatkan sebuah rumah untuk dirinya. Tukang kayu mengangguk menyetujui permohonan pribadi pemilik perusahaan itu. Tapi, sebenarnya ia merasa terpaksa. Ia ingin segera berhenti. Hatinya tidak sepenuhnya dicurahkan.

Dengan ogah-ogahan ia mengerjakan proyek itu. Ia cuma menggunakan bahan-bahan sekedarnya. Akhirnya selesailah rumah yang diminta oleh tuannya.Hasilnya bukanlah sebuah rumah yang baik. Sungguh sayang ia harus mengakhiri kariernya dengan prestasi yang tidak begitu mengagumkan.

Ketika pemilik perusahaan itu datang melihat rumah yang dimintanya, ia menyerahkan sebuah kunci rumah pada si tukang kayu.

‘Ini adalah rumahmu, ‘ katanya, ‘hadiah dari kami.’ Betapa terkejutnya si tukang kayu. Betapa malu dan menyesalnya. Seandainya saja ia mengetahui bahwa ia sesungguhnya mengerjakan rumah untuk dirinya sendiri, ia tentu akan mengerjakannya dengan cara yang lain sama sekali. Kini ia harus tinggal di sebuah rumah yang tak terlalu bagus hasil karyanya sendiri.

Teman, itulah yang terjadi pada kehidupan kita. Kadangkala, banyak dari kita yang membangun kehidupan dengan cara yang membingungkan dan kurang bertanggung jawab.Lebih memilih berusaha ala kadarnya ketimbang mengupayakan yang baik. Bahkan, pada bagian-bagian terpenting dalam hidup kita tidak memberikan yang terbaik.

Pada akhir perjalanan kita terkejut saat melihat apa yang telah kita lakukan dan menemukan diri kita hidup di dalam sebuah rumah yang kita ciptakan sendiri.

Seandainya kita menyadarinya sejak semula kita akan menjalani hidup ini dengan cara yang jauh berbeda.

Renungkan bahwa kita adalah si tukang kayu. Renungkan ‘rumah’ yang sedang kita bangun. Setiap hari kita memukul paku, memasang papan, mendirikan dinding dan atap. Mari kita selesaikan ‘rumah’ kita dengan sebaik-baiknya seolah-olah hanya mengerjakannya sekali saja dalam seumur hidup.

Kelinci Super Sakti

March 31st, 2008 by 59084659

Seekor kelinci sedang duduk santai di tepi pantai, Tiba tiba datang se-ekor rubah jantan besar yang hendak memangsanya, Lalu kelinci itu berkata :’Kalau memang kamu berani, hayo kita berkelahi di dalam lubang kelinci, Yang kalah akan jadi santapan
yang menang, dan saya yakin saya akan menang.’

Sang Rubah jantan merasa tertantang,’dimanapun jadi, Masa sih kelinci bisa menang melawan aku ?’ Merekapun masuk ke dalam sarang kelinci, Sepuluh menit kemudian sang kelinci keluar sambil menggenggam Setangkai paha rubah dan melahapnya dengan nikmat.

Sang Kelinci kembali bersantai,Sambil memakai kaca mata hitam dan topi pantai Tiba tiba datang se-ekor serigala besar yang hendak memangsanya,Lalu kelinci berkata :’ Kalau memang kamu berani, hayo kita berkelahi di dalam lubang kelinci,Yang kalah akan jadi santapan yang menang, dan saya yakin saya akan menang.’Sang serigala merasa tertantang, ‘ dimanapun jadi, Masa sih kelinci bisa menang melawan aku ?’ Merekapun masuk ke dalam sarang kelinci, Lima belas menit kemudian sang kelinci keluar sambil menggenggam Setangkai paha serigala dan melahapnya dengan nikmat.

Sang kelinci kembali bersantai, Sambil memasang payung pantai dan merebahkan diri diatas pasir, Tiba tiba datang se-ekor beruang besar yang hendak memangsanya, Lalu kelinci berkata :’ Kalau memang kamu berani, hayo kita berkelahi di dalam lubang kelinci,Yang kalah akan jadi santapan yang menang, dan saya yakin saya akan menang.’Sang Beruang merasa tertantang, ‘ dimanapun jadi, Masa sih kelinci bisa menang melawan aku ?’ Merekapun masuk ke dalam sarang kelinci,Tiga puluh menit kemudian sang kelinci keluar sambil menggenggam Setangkai paha Beruang dan melahapnya dengan nikmat.

Pohon kelapa melambai lambai, Lembayung senja sudah tiba, habis sudah waktu bersantai, Sang Kelinci melongok kedalam lubang kelinci, sambil melambai ‘Hai, keluar, sudah sore, besok kita teruskan !! ‘

Keluarlah se-ekor harimau dari lubang itu, sangat besar badannya. Sambil menguap Harimau berkata ‘ Kerjasama kita sukses hari ini, kita makan kenyang Dan saya tidak perlu berlari mengejar kencang.’

Nb.
Winner selalu berfikir mengenai kerja sama, sementara Looser selalu berfikir bagaimana menjadi tokoh yang paling berjaya.

Untuk membentuk ikatan ukhuwah harus ada kerendahan hati dan keikhlasan bekerja sama: [MESKIPUN] DENGAN SESEORANG YANG KELIHATANNYA TIDAK LEBIH BAIK DARI KITA Siapa akan memulai kebaikan hari ini?

KISAH 2 EKOR KODOK

March 31st, 2008 by 59084659

Sekelompok kodok sedang berjalan-jalan melintasi hutan. Malangnya, dua di antara kodok tersebut jatuh kedalam sebuah lubang. Kodok-kodok yang lain mengelilingi lubang tersebut. Ketika melihat betapa dalamnya lubang tersebut, mereka berkata pada kedua kodok tersebut bahwa mereka lebih baik mati.

Kedua kodok tersebut mengacuhkan komentar-komentar itu dan mencoba melompat keluar dari lubang itu dengan segala kemampuan yang ada. Kodok yang lainnya tetap mengatakan agar mereka berhenti melompat dan lebih baik mati.

Akhirnya, salah satu dari kodok yang ada di lubang itu mendengarkan kata-kata kodok yang lain dan menyerah. Dia terjatuh dan mati.

Sedang kodok yang satunya tetap melanjutkan untuk melompat sedapat mungkin. Sekali lagi kerumunan kodok tersebut berteriak padanya agar berhenti berusaha
dan mati saja.

Dia bahkan berusaha lebih kencang dan akhirnya berhasil. Akhirnya, dengan sebuah lompatan yang kencang, dia berhasil sampai di atas.

Kodok lainnya takjub dengan semangat kodok yang satu ini, dan bertanya “Apa kau tidak mendengar teriakan kami?” Lalu kodok itu (dengan membaca gerakan
bibir kodok yang lain) menjelaskan bahwa ia tuli.

Akhirnya mereka sadar bahwa saat di bawah tadi mereka dianggap telah memberikan semangat kepada kodok tersebut.

Apa yang dapat kita pelajari dari ilustrasi di atas?

Kata-kata positif yang diberikan pada seseorang yang sedang “jatuh” justru dapat membuat orang tersebut bangkit dan membantu mereka dalam menjalani hari-hari. Sebaliknya, kata-kata buruk yang diberikan pada seseorang yang sedang “jatuh” dapat membunuh mereka. Hati hatilah dengan apa yang akan diucapkan.

Suarakan ‘kata-kata kehidupan’ kepada mereka yang sedang menjauh dari jalur hidupnya. Kadang-kadang memang sulit dimengerti bahwa ‘kata-kata kehidupan’ itu dapat membuat kita berpikir dan melangkah jauh dari yang kita perkirakan.

Semua orang dapat mengeluarkan ‘kata-kata kehidupan’ untuk membuat rekan dan teman atau bahkan kepada yang tidak kenal sekalipun untuk membuatnya
bangkit dari keputus-asaanya, kejatuhannya, kemalangannya.

Sungguh indah apabila kita dapat meluangkan waktu kita untuk memberikan spirit bagi mereka yang sedang putus asa dan jatuh

KISAH SESENDOK MADU

March 31st, 2008 by 59084659

Ada sebuah kisah simbolik yang cukup menarik untuk kita simak. Kisah ini adalah kisah tentang seorang raja dan sesendok madu. Alkisah, pada suatu ketika seorang raja ingin menguji kesadaran warganya. Raja memerintahkan agar setiap orang, pada suatu malam yang telah ditetapkan, membawa sesendok madu untuk dituangkan dalam sebuah bejana yang telah disediakan di puncak bukit ditengah kota. Seluruh warga kota pun memahami benar perintah tersebut dan menyatakan kesediaan mereka untuk melaksanakannya.

Tetapi dalam pikiran seorang warga kota (katakanlah si A) terlintas suatu cara untuk mengelak, “Aku akan membawa sesendok penuh, tetapi bukan madu. Aku akan membawa air. Kegelapan malam akan melindungi dari pandangan mata seseorang. Sesendok airpun tidak akan mempengaruhi bejana yang kelak akan diisi madu oleh seluruh warga kota.”

Tibalah waktu yang telah ditetapkan. Apa kemudian terjadi? Seluruh bejana ternyata penuh dengan air. Rupanya semua warga kota berpikiran sama dengan si A. Mereka mengharapkan warga kota yang lain membawa madu sambil membebaskan diri dari tanggung jawab.

Kisah simbolik ini dapat terjadi bahkan mungkin telah terjadi, dalam berbagai masyarakat manusia. Dari sini wajar jika agama, khususnya Islam, memberikan petunjuk-petunjuk agar kejadian seperti di atas tidak terjadi: “Katakanlah (hai Muhammad), inilah jalanku. Aku mengajak ke jalan Allah disertai dengan pembuktian yang nyata. Aku bersama orang-orang yang mengikutiku (QS 12:108)
Dalam redaksi ayat di atas tercermin bahwa seseorang harus memulai dari dirinya sendiri disertai dengan pembuktian yang nyata, baru kemudian dia melibatkan pengikut-pengikutnya.

“Berperang atau berjuang di jalan Allah tidaklah dibebankan kecuali pada dirimu sendiri, dan bangkitkanlah semangat orang-orang mukmin (pengikut-pengikutmu) (QS 4:84)
Perhatikan kata-kata “tidaklah dibebankan kecuali pada dirimu sendiri.” Nabi Muhammad saw. pernah bersabda: “Mulailah dari dirimu sendiri, kemudian susulkanlah keluargamu.” Setiap orang menurut beliau adalah pemimpin dan bertanggung jawab atas yang dipimpinnya, ini berarti bahwa setiap orang harus tampil terlebih dahulu. Sikap mental demikianlah yang dapat menjadikan bejana sang raja penuh dengan madu bukan air, apalagi racun.

DASYATNYA SEBUTIR PASIR

March 31st, 2008 by 59084659

Penakluk pertama Mount Everest, puncak tertinggi dunia di Pegunungan Himalaya, Sir Edmund Hillary, pernah ditanya wartawan apa yang paling ditakutinya dalam menjelajah alam. Dia lalu mengaku tidak takut pada binatang buas, jurang yang curam, bongkahan es raksasa, atau padang pasir yang luas dan gersang sekali pun! Lantas apa? “Sebutir pasir yang terselip di sela-sela jari kaki,” kata Hillary. Wartawan heran, tetapi sang penjelajah melanjutkan kata-katanya, “Sebutir pasir yang masuk di sela-sela jari kaki sering sekali menjadi awal malapetaka. Ia bisa masuk ke kulit kaki atau menyelusup lewat kuku. Lama-lama jari kaki terkena infeksi, lalu membusuk. Tanpa sadar, kaki pun tak bisa digerakkan. Itulah malapetaka bagi seorang penjelajah sebab dia harus ditandu.” Harimau, buaya, dan beruang, meski buas, adalah binatang yang secara naluriah takut menghadapi manusia. Sedang menghadapi jurang yang dalam dan ganasnya padang pasir, seorang penjelajah sudah punya persiapan memadai. Tetapi, jika menghadapi sebutir pasir yang akan masuk ke jari kaki, seorang penjelajah tak mempersiapkannya. Dia cenderung mengabaikannya.

Apa yang dinyatakan Hillary, kalau kita renungkan, sebetulnya sama dengan orang yang mengabaikan dosa-dosa kecil. Orang yang melakukan dosa kecil, misalnya mencoba-coba mencicipi minuman keras atau membicarakan keburukan orang lain, sering menganggap hal itu adalah dosa yang kecil. Karena itu, banyak orang yang kebablasan melakukan dosa-dosa kecil sehingga lambat laun jadi kebiasaan. Kalau sudah jadi kebiasaan, dosa kecil itu pun akan berubah jadi dosa besar yang sangat membahayakan dirinya dan masyarakat.

Melihat kemungkinan potensi kerusakan besar yang tercipta dari dosa-dosa kecil itulah, Nabi Muhammad saw mewanti-wanti agar ummatnya tidak mengabaikan dosa-dosa kecil seraya tidak melupakan amal baik kendati kecil juga. Dalam kisah disebutkan, seorang pelacur masuk surga hanya karena memberi minum anjing yang kehausan. Perbuatan yang cenderung dinilai sangat kecil itu ternyata di mata Allah punya nilai sangat besar karena faktor keikhlasannya. Bukankah semua roh yang ada di seluruh jagad ini, termasuk roh anjing tersebut, hakikatnya berasal dari Tuhan Yang Maha Pencipta juga? Itulah nilai setetes air penyejuk yang diberikan sang pelacur pada anjing yang kehausan.