Berpikir Sederhana = Thinking Simple

March 31st, 2008 by 59084659

Terpetik sebuah kisah, seorang pemburu berangkat ke hutan dengan membawa busur dan tombak. Dalam hatinya dia berkhayal mau membawa hasil buruan yang paling besar, yaitu seekor rusa. Cara berburunya pun tidak pakai anjing pelacak atau jaring penyerat, tetapi menunggu di balik sebatang pohon yang memang sering dilalui oleh binatang-binatang buruan.

Tidak lama ia menunggu, seekor kelelawar besar kesiangan terbang hinggap di atas pohon kecil tepat di depan si pemburu. Dengan ayunan parang atau pukulan gagang tombaknya, kelelawar itu pasti bisa diperolehnya. Tetapi si pemburu berpikir, “untuk apa merepotkan diri dengan seekor kelelawar? Apakah artinya dia dibanding dengan seekor rusa besar yang saya incar?”

Tidak lama berselang, seekor kancil lewat. Kancil itu sempat berhenti di depannya bahkan menjilat-jilat ujung tombaknya tetapi ia berpikir, “Ah, hanya seekor kancil, nanti malah tidak ada yang makan, sia-sia.” Agak lama pemburu menunggu. Tiba-tiba terdengar langkah-langkah kaki binatang mendekat, pemburupun mulai siaga penuh,tetapi ternyata, ah… kijang. Ia pun membiarkannya berlalu. Lama sudah ia menunggu, tetapi tidak ada rusa yang lewat, sehingga ia tertidur.

Baru setelah hari sudah sore, rusa yang ditunggu lewat. Rusa itu sempat berhenti di depan pemburu, tetapi ia sedang tertidur. Ketika rusa itu hampir menginjaknya, ia kaget. Spontan ia berteriak, Rusa!!!” sehingga rusanya pun kaget dan lari terbirit-birit sebelum sang pemburu menombaknya. Alhasil ia pulang tanpa membawa apa-apa.

Banyak orang yang mempunyai idealisme terlalu besar untuk memperoleh sesuatu yang diinginkannya. Ia berpikir yang tinggi-tinggi dan bicaranya pun terkadang sulit dipahami. Tawaran dan kesempatan-kesempatan kecil dilewati begitu saja, tanpa pernah berpikir bahwa mungkin di dalamnya ia memperoleh sesuatu yang berharga. Tidak jarang orang orang seperti itu menelan pil pahit karena akhirnya tidak mendapatkan apa-apa.

Demikian juga dengan seseorang yang mengidamkan pasangan hidup, yang mengharapkan seorang gadis cantik atau perjaka tampan yang alim, baik, pintar dan sempurna lahir dan batin, harus puas dengan tidak menemukan siapa-siapa.

(Sumber Lupa lagi)

Siapa Paling Jelek ?

March 31st, 2008 by 59084659

Ada suatu kisah seorang santri yg menuntut ilmu pada seorang Kyai. Bertahun-tahun telah ia lewati hingga sampai pada suatu ujian terakhir. Ia menghadap Kyai untuk ujian tersebut. “Hai Fulan, kau telah menempuh semua tahapan belajar dan tinggal satu ujian, kalau kamu bisa menjawab berarti kamu lulus “, kata Kyai. “Baik pak Kyai, apa pertanyaannya ?” “Kamu cari orang atau makhluk yang lebih jelek dari kamu, kamu aku beri waktu tiga hari “. Akhirnya santri tersebut meninggalkan pondok untuk melaksanakan tugas dan mencari jawaban atas pertanyaan Kyai-nya.

Hari pertama, sang santri bertemu dengan si Polan pemabuk berat yg dapat di katakan hampir tiap hari mabuk-mabukan. Santri berkata dalam hati, ” Inilah orang yang lebih jelek dari saya. Aku telah beribadah puluhan tahun sedang dia mabuk-mabukan terus “. Tetapi sesampai ia di rumah, timbul pikirannya. “Belum tentu, sekarang Polan mabuk-mabukan siapa tahu pada akhir hayatnya Alloh memberi Hidayah (petunjuk) dan dia Khusnul Khotimah dan aku sekarang baik banyak ibadah tetapi pada akhir hayat di kehendaki Suul Khotimah,bagaimana ? Dia belum tentu lebih jelek dari saya.

Hari kedua, santri jalan keluar rumah dan ketemu dengan seekor anjing yg menjijikan rupanya, sudah bulunya kusut, kudisan dsb. Santri bergumam, ” Ketemu sekarang yg lebih jelek dari aku. Anjing ini sudah haram dimakan, kudisan, jelek lagi ” . Santri gembira karena telah dapat jawaban atas pertanyaan gurunya. Waktu akan tidur sehabis ‘Isya, dia merenung, “Anjing itu kalau mati, habis perkara dia. Dia tidak dimintai tanggung jawab atas perbuatannya oleh Alloh, sedangkan aku akan dimintai pertanggung jawaban yg sangat berat yg kalau aku berbuat banyak dosa akan masuk neraka aku. “Aku tidak lebih baik dari anjing itu.

Hari ketiga akhirnya santri menghadap Kyai. Kyai bertanya, “Sudah dapat jawabannya muridku ?” “Sudah guru”, santri menjawab. ” Ternyata orang yang paling jelek adalah saya guru”. Sang Kyai tersenyum, “Kamu aku nyatakan lulus”.

Pelajaran yg dapat kita petik adalah: Selama kita masih sama-sama hidup kita tidak boleh sombong/merasa lebih baik dari orang/mahkluk lain. Yang berhak sombong adalah Alloh SWT. Karena kita tidak tahu bagaimana akhir hidup kita nanti. Dengan demikian maka kita akan belajar berprasangka baik kepada orang/mahkluk lain yg sama-sama ciptaan Alloh.

(DIAMBIL DARI SITUS ORANG LAIN)

Jalan Komp. GBI rusak berat

January 29th, 2008 by 59084659

Tiap hari lewat jalan rusak pasti membuat hati kesal.
Hujan datang, maka jalanan seperti arena OFF ROAD,dimana lumpur dan leutak begitu pekat menempel di ban motorku, dan jika kemarau datang, maka seperti digurun sahara dengan debu yang pekat menempel di mukaku.
begitulah hari-hariku melewati jalan di Komp. Griya Bandung Indah. Tapi kucoba lewati dengan kesabaran dan kesabaran.

Pihak Devoloper kapan kiranya memperbaiki infrastrukur jalan?warga meminta dengan baik-baik tidak digubris, melakukan protes juga sama atau inikah cermin dari negara kita, yang tidak mengutamakan pelayanan publik? ohhhhhh sungguh menyedihkan.

Nah sekarang mah kita jangan terlalu banyak berharap dan mengandalkan orang lain, devoloper, pemerintah dll, yang penting kita berbuat sesuatu yang bermanfaat bagi lingkungan kita. dan tentu saja tidak merugikan orang lain. KEEP OUR SPIRIT AND GOD BLESS U.

belajar untuk tidak mengeluh

January 27th, 2008 by 59084659

Memang susah bagi seorang manusia terlepas dari mengeluh. Mengeluh adalah salah satu sifat negatif dari kita. dalam film the SECRET dikatakan bahwa manusia memiliki gaya tarik, gaya tarik ini tergantung dari energi yang kita keluarkan. Bila energi yang kita keluarkan adalah positif, maka kita akan menarik yang positif dari lingkungan kita, tapi begitu pula jika sebaliknya.
nah energi negatif yang sering muncul adalah kita sering mengeluh, berbohong, prasangka jelek, dll yang mengakibatkan munculnya energi negatif tersebut yantg membuat kita tidak produktif.

kita bisa ambil contoh, bila kita berprasangka jelek maka lingkungan kita seperti tidak bersahabat, dan pada akhirnya kita tidak merasa nyaman, karena tidak merasa nyaman kita sangat berhati-hati terhadap lingkungan, karena bersikap terlalu berhati-hati, maka orang di sekitar kita akan bersikap seperti itu.

Contoh yang lainnya adalah mengeluh. Bila kita mengeluh, maka dunia seakan sempit, merasa kekurangan, tidak pernah puas, yang pada akhirnya kita tidak bersukur dengan apa yang telah diberikan oleh-Nya

Dari film The Secret inilah, marilah kita biasakan untuk bersikap positif dan pada akhirnya akan muncul energi positif dan pasti akan di respon positif pula oleh lingkungan. Dengan memiliki energi positif maka segala keinginan, cita-cita, harapan akan terwujud. INSYA ALLOH. dan jangan lupa berdoa.

dzikir, fikir dan ihtiar

kacida tunduh

January 17th, 2008 by 59084659

Aduh tunduh pisan, maenya karek jam 7 peuting geus berat ieu panon. Ditahan-tahan sabari nonton si eko, si ruben+madam ivan plus bunda hetty koes endang angger keneh teu kuat. Yaa akhirnya menyerah juga. DUGSEK, GRRRRRRRRRRR. tertidur pulas.
Tapi lumayan awak jadi segerrrr.
JANG BARAYA : mun tunduh tong ditahan-tahan, sok sareken heula SAKEREJEP ameh seger.
hidup JUHE (JURIG HE-ES)

nyeri huntu = nyeri hate

January 16th, 2008 by 59084659

Sungguh tersiksa diri ini bila gigi bermasalah, saya jadi tidak sependapat dengan meggi Z “lebih baik sakit gigi daripada sakit hati” yang jelas saya tidak mau sakit, karena itu sungguh tersiksa. TERLALU.
Bayangkan dalam waktu 2 minggu, tidak enak begini, tidak enak begitu, and so i must stop this problem.
Akhirnya setelah pake obat ini, obat itu aku menyerah juga, pergilah diriku ke dokter gigi.

Emang gigiku yang bermasalah ini adalah gigi belakang bagian atas, dan itu perlu penanganan khusus kata teman-temanku, dan emang bener setelah berkonsultasi kedokter, gigiku ini harus dicabut, dan sebelum dicabut harus difoto, dan perlu ditangani oleh spesialis bedah mulut, karena katanya dalam mulutku ada polip.
Ketika aku tanyakan kira-kira berapa biaya ke bedah mulut, ohhhhhhhh lemes deh 1 jutaan, jangan gila doooong. Satu gigi 1 juta, gila!

Setelah konsultasi dengan istriku, aku disuruh pergi ke dokter gigi yang praktek aza dengan harapan biayanya lebih murah. Kebetulan dokter gigi yang praktek itu disekitar Jl. rajawali bandung.

Setelah menunggu untuk dipanggil, akhirnya aku masuk ruangan dokter, dan ngobrol-ngobrol mengenai masalahku.
Akhirnya aku duduk di “kursi eksekusi” dengan didepanku ada TV dengan siarannya Trans TV.
oh barangkali aku supaya rilex sambil menonton TV.
Kemudian dokter menyuruh untuk buka mulut, setelah aku buka mulutku ini, kemudian dokter memasukan sesuatu alat, dan dokter bilang “pak silahkan lihat dimonitor”. Ohhhh Tidaaaaakkkk, gigiku dan dalaman mulutku dishoot. Begitu mengerikan melihat mulutku ini, apalagi gigi ku yang bemasalah, ohhh lubang besar dan hitam menganga dengan warna hitam laksana kawah candramuka, ihhhhh mengerikan.

Setelah disuruh ini disuruh itu, dokter akhirnya mencabut gigiku ini tanpa rasa sakit yang sangat. Dan yang lebih hebat lagi adalah akudicabut gigi tanpa disuntik.

Setelah diberi resep akhirnya aku pulang.
Akhirnya aku merasakan udara kemerdekaan dari penderitaan yang sangat panjang.
O ya saran buat semuanya jagalah gigi kita, dari segala macam marabahaya, and stop global warming OK

merdeka Euy, makan enak, tidur enak apalagi ditemani sang kekasih

Pusingnya jalan margacinta

January 15th, 2008 by 59084659

Kalo berangkat kerja pada jam-jam sibuk, terus melewati jalan margacinta, ohhhhh tersiksa.
jalan kecil kendaraan banyak, MACETTTTTT.
yang lebih mengherankannya lagi adalah keararah margacinta terdapat kompleks/ perumahan yang cukup banyak, terus ada pasar. PUSINGGGGG.
Kalo nggak salah perumahan yang ada di sepanjang jl Margacinta sampai Ciwastra terdapat puluhan perumahan, yang memang cukup padat, terus lebar jalan hanya 8 meter, bisa ANDA BAYANGKAN.